وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ‌ۖ أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ‌ۖ فَلۡيَسۡتَجِيبُواْ لِى وَلۡيُؤۡمِنُواْ بِى لَعَلَّهُمۡ يَرۡشُدُونَ-١٨٦
''And when My servants question thee concerning Me, then surely I am nigh. I answer the prayer of the suppliant when he crieth unto Me.
So let them hear My call and let them trust in Me, in order that they may be led aright.(186)-Al Baqarah''

''Kalau bukan Allah siapalah kita?'' , ''Kalau bukan Allah apalah kita'' . ''Kalau bukan Allah musnahlah kita'' ~Allah,Allah,Allah,Allah~

Tuesday, 31 May 2011

Siapakah Dia ?

Assalamualaikum.

Alhamdulilah,hari ini Allah masih memberi kita kehidupan,nikmat Islam dan Iman.Semoga kita menjadi orang2 yang bersyukur.InsyaAllah.Hari ni saya nak share dengan anda2 semua kisah seorang pejuang wanita yang sangat2 hebat.Dialah 'KHAULAH AL AZWAR '.Nak tau lagi detail.Jom sambung baca.

 Dikisahkan ketika Khalid bin Al-Walid mendekati medan perang dalam salah satu pertemumpuran di Ajnadin menghadapi bangsa Rowami dalam episode penaklukkan Damaskus, tiba-tiba ia melihat seorang prajurit penunggang kuda melesat melewatinya dari belakang dan berkuda menuju pasukan Romawi. Sebelum Khalid sempat menahannya, ia telah menghilang, Bertubuh langsing dan berpakaian hitam, penunggang kuda itu mengenakan pelindung di dadanya, bersenjatakan pedang dan tombak. Khalid melihat ia mengenakan sorban hijau dan selendang yang menutupi wajahnya sebagai cadar dan hanya matanya saja yang terlihat. Khalid tiba di medan perang bersamaan dia melihat penunggang kuda itu melemparkan dirinya kedalam pasukan Romawi dengan penuh kemarahan yang membuat semua yang hadir mengira bahwa ia dan kudanya gila. Rafi – pemimpin pasukan yang waktu itu menggantikan Dhirar yang ditawan oleh tentara Romawi - melihatnya sebelum melihat kedatangan Khalid dan berkata, ”Dia menyerang seperti Khalid, tetapi jelas dia bukan Khalid.” Kemudian Khalid bergabung dengan Rafi.

Khalid langsung menggambungkan kelompok Rafi dan pasukan berkuda yang dibawanya dan menyebarkannya dalam kombinasi kekuatan untuk berperang. Sementara itu penunggang bertopeng menunjukkan aksi berkuda dan penyerangan dengan tombaknya yang mendebarkan kaum Muslimin. Dia terus maju menyerang barisan depan pasukan Romawi dan membunuh seorang prajurit, lalu dia berkuda lagi kebagian depan yang lain dan menyerang prajurit di barisan depan, dan seterusnya. Beberapa orang prajurit Romawi maju untuk menghadangnya namun berhasil dijatuhkan dengan permainan tombaknya yang dashsyat. Kagum terhadap pemandangan yang menakjubkan tersebut, pasukan Muslimin masih belum dapat melihat siapa gerangan pejuang itu, kecuali bahwa dia adalah postur seorang anak muda dan sepasang mata yang tajam bercahaya di atas cadarnya. Sang penunggang kuda tampaknya hendak bunuh diri karena dengan pakaian dan tombak yang berlumuran darah dia kembali menyerang prajurit Romawi. Keberanian sang pejuang memberikan keberanian baru bagi kelompok Rafi (yang semua hampir terkalahkan sebelum kedatangan pasukan Khalid bin al-Walid), yang melupakan kelelahan mereka dan menyerbu ke medan perang dengan semangat baru yang tinggi ketika Khalid memerintahkan untuk menyerang.

Penunggang bercadar, yang kini diikuti oleh prajurit lainnya, melanjutkan pertempurannya dengan prajurit Romawi ketika seluruh pasukan kaum Muslimin menyerbu. Segera setelah serbuan umum itu, Khalid mendekat kepada sang penunggang dan bertanya, ”Wahai pejuang, tunjukkanlah wajahmu!” Sepasang mata hitam berkilat menatap Khalid sebelum berbalik dan kembali menyerang tentara Romawi. Kemudian beberapa orang tentara Khalid menyusulnya dan berkata kepadanya. ”Wahai pejuang yang mulia, komandanmu memanggilmu dan engkau pergi darinya! Tunjukkan kepada kami wajahmu dan sebutkan namamu agar engkau dapat dihormat selayaknyai.” Sang penunggang kuda kembali berbalik pergi seolah dengan sengaja merahasiakan identitas dirinya.

Ketika sang penunggang kuda kembali dari serangannya, dia melewati Khalid, yang menyuruhnya dengan tegas untuk berhenti. Dia menarik kudanya berhenti, Khalid melanjutkan: ”Engkau telah berbuat banyak yang memenuhi hati kami dengan kekaguman. Siapakah anda?”

Khalid hampir terjatuh dari kudanya ketika dia mendengarkan jawaban dari penunggang kuda bercadar, karena yang didengarnya adalah suara seorang gadis. ”Wahai komandan, bukannya aku enggan menjawab pertanyaan anda, hanya saja aku merasa malu, sebab anda seorang pemimpin yang agung, sedangkan aku adalah gadis pingitan. Sesungguhnya tiada lain yang mendorongku untuk melakukan hal seperti itu melainkan karena hatiku terbakar dan aku sangat sedih.

Khalid dibuat kagum kepada orang tua itu, Al-Azwar, yang menjadi ayah pejaung-pejuang pemberani, laki-laki dan perempuan. ”Kalau begitu bergabunglah bersama kami.”

Itulah dia, Khaulah binti Al-Azwar, seorang gadis pemberani, yang membuat kagum pasukan Muslimin dengan sepak terjangnya menyerang tentara Romawi. Kesedihan dan kemarahan akan berita ditawannya saudaranya tercinta, Dhirar bin al-Azwar, membuatnya tampil ke medan perang sebagai pejuang, dan tidak lagi berada di barisan belakang sebagai perawat prajurit yang terluka dan mengurus perbekalan sebagaimana yang dilakukan sebelumnya bersama para wanita yang ikut dalam peperangan.

Dikisahkan dalam perang Yarmuk, Khaulah, isteri Zubair, Ummu Hakim dan kaum wanita lainnya ikut terlibat di dalam peperangan. Dengan bersenjatakan tombak dan tiang-tiang tenda, mereka melawan setiap tentara musuh yang mendekat, dan membawakan air bagi pasukan muslimin yang terluka dan kehausan. Ia berteriak kepada kaumnya: ”Sebagian kalian jangan sampai terpisah dari lainnya. Jadilah seakan-akan satu lingkaran dan jangan berpencar karena itu akan menyebabkan kalian mudah dikuasai lalu akan terjadi perpecahan diantara kalian. Hancurkan tombak-tombak mereka, patahkan pedang-pedang mereka!”

Dia berperang dengan seorang tentara Romawi, namun lawannya adalah pemain pedang yang lebih baik dan berhasil memukul kepala Khaulah dengan pedangnya, dan akibatnya ia terjatuh dengan darah yang bersimbah membasahi kepalanya. Ketika pasukan Romawi dipukul mundur, dan wanita lainnya melihat tubuhnya tidak bergerak, ia menangis sedih dan bergegas mencari Dhirar untuk mengabarkan bahwa saudarinya tercita telah tiada. Namun Dhirar tidak dapat ditemu hingga malam tiba. Ketika ia kahirnya tiba di tempat saudarinya, Khaulah duduk dan tersenyum..Dia sungguh baik-baik saja!.


Haaa..Da bace dah ? Hebat kan kan..Susahnya nak menjadi seorang yang berjiwa kental macam Khaulah Al Azwar ni.Kalau nak dibandingkan dengan kita wanita zaman sekarang.Jauh sungguh.Tapi kita semua masih mampu untuk menjadi macam Khaulah Al Azwar ni yang penting ada semangat,berani,yang paling penting yakin dengan Allah.Khaulah Al Azwar ni antara role model saya.Pejuang wanita yang sangat berani berlawan di medan perang.Jadi jom jom kite berusaha menjadi seperti pejuang wanita ni.Sepanjang hidup saya,ade 3 orang muslimah2 yang nama 'Khaulah'.Bila saya pandang mereka2 ni.Watak mereka ade sikit macam 'Khaulah Al Azwar'.Kadang2 kagum lihat meraka.Sebabnya,mereka ni orang2 yang berjiwa kental.Tak mudah rase down.Asal down mesti nak bangun balik.Nak tengok mereka ni putus asa,lagi lah susah..Itulah hebatnya insan2 yang bernama 'Khaulah'.Nama unik + sedap.Suka suka. ;)

Ok insan yang kedua pula saya nak kongsi ..


Kalau dulu, blog saya diberi nama 'SIBAWAIH'.Haaa..Kenal tak ?? Ni pun antara role model saya.Seorang pakar dalam nahu.Nak dikisahkan Sibawaih ni orangnye mase belajar sangat tak pandai.Tapi sebab tekad die,akhirnye die menjadi orang yang terkenal dalam nahu.Study nahu sangat best.Daripada nahu lah kita boleh tau makna2 dalam Al-Quran.. Boleh buat ayat yang mantap dalam arabic.Study nahu tak rugi tapi ramai orang kata susah + tak minat.Yang penting ade minat semua benda kita dapat buat.Even bukan dalam subjek nahu je.Macam2 la.Itu saja yang nak saya kongsi.Yang penting antara point yang saya nak kongsi.Jadikan role model kita orang2 yang betul.Means orang2 yang menjaga hubungan dengan Allah,taat perintah Allah.Jangan jadikan role model kita orang2 yang perintah Allah pon tak jaga apetah lagi nak taat.InsyaAllah.Mana yang baik kita ambil.

Wallahualam.

1 comment:

  1. nisaalhumaira..? hesh perlu dibetulkan tu.. erm..
    aaa..
    falihah yaakob.. ya! =D

    ReplyDelete